Rabu, 08 April 2009

Berbagi Cerita Tentang Manajemen Financial

Sedikit berbagi ilmu dengan pembaca blog tentang financial anda. Sebenernya cerita ini saya rangkum dari sebuah buku karangan Robert Kiyosaki yang berjudul “CASHFLOW Quadrant”, buku ini merupakan seri kedua dari buku pertamanya Robert yang berjudul Rich Dad n Poor Dad. Menurut pemberitaan New York Times buku ini masuk dalam kategori Best Seller yang laku keras di seluruh penjuru dunia. Awalnya saya tidak tertarik dari isi buku seri pertama yang dibuat oleh Robert Kiyosaki karena saya baru baca sekitar 10-15 halaman yang isinya masih berupa narasi, mungkin karena saya belum menangkap apa yang terkandung dalam buku yang berjudul Rich Dad n Poor Dad. Sebenarnya udah lama sekali saya baca buku tersebut sewaktu saya kuliah di UNSRI, hamper sekitar 2 tahun yang lalu. Tetapi saya mulai tertarik setelah saya bertemu dengan teman saya yang menawarkan untuk membaca buku seri kedua dari buku tersebut.

Berawal dari obrolan kami yang menceritakan pekerjaan-pekerjaan kami, merancang keinginan-keinginan yang masih terpendam (menurut saya sudah sewajarnya klu kita merancang dan membuat sendiri Peta Hidup Kita, biar hidup kita punya tujuan dan arahan yang jelas., soal hasilnya kita serahkan kepada Allah). Diiringi canda tawa kami mengobrol rencana dan target kami masing2 di masa yang akan datang. Misalnya:
Target saya adalah menikah di usia 25 tahun (sekarang usia saya 23th berarti sekitar 2010-2011 dunk…wuah dah semakin dekat, tapi bidadari pujaan hati tak kunjung datang jua), berencana mempunyai anak 4 dan jika saya menikah di umur 25 berarti saya punya anak sekitar umur 26 th. Jika rencana saya jaraknya 3 th mendatang saya punya anak lagi begitu seterusnya hingga anak ke 4, berarti 26 th+(3*4)th = 38 th. Jadi anak ke empat lahir ketika saya berusia 38 th. Tentunya kita ingin memberikan bekal yang cukup buat anak-anak kita nantinya toh, memberikan teladan yang baik, memberikan pendidikan yang terbaik buat mereka. Jika anak ke 4 lahir ketika saya berusia 38 th berarti: 38 th + 5 th + 6 th (SD) + 3 th (SMP) + 3 th (SMA) + 4 th (S1) = 59 th. Berarti menurut rencana yang saya buat, ketika umur saya 59 th anak terakhir sudah selesai memperoleh gelar S1nya. Tapi kembali lagi itu kan rencana manusia, bagaimanapun Allah lah yang menentukan. Akan tetapi dengan adanya target dan rencana hidup, penyesalan tidak akan terjadi, karena kita telah melakukan yang terbaik buat hidup kita.

“OK kembali ke Laptop”, Kata mas Tukul. Karena obrolan-obrolan kami lebih sering ke masalah-masalah financial akhirnya dia menawarkan akan meminjamkan buku yang berhubungan dengan manajemen financial karangan Robert yang berjudul CASHFLOW Quadrant. OK kita simak isinya…! Tarik nafas dalam2, hembuskan lagi…Klu udah tenang baca tulisan di blog saya ini :
Menurut Robert Kiyosaki dalam bukunya “THE CASHFLOW Quadrant”, ada empat kuadran letak posisi seseorang dalam memperoleh penghasilan.
E untuk employee (pegawai), S untuk self-employed (pekerja lepas), B untuk business owner (pemilik usaha), I untuk investor (penanam modal)
CASHFLOW Quadrant mewakili berbagai metode yang berlainan untuk mendapatkan uang atau penghasilan. Sebagai contoh, seorang “E” mendapat uang dengan bekerja untuk orang lain atau perusahaan. Orang-orang “S” mendapat uang dengan bekerja untuk diri sendiri. Seorang “B” memiliki usaha yang menghasilkan uang, dan “I” mendapatkan uangnya dari berbagai investasi mereka – dengan kata lain, uang menghasilkan uang yang lebih banyak.
Seorang “E” (pegawai) bisa merupakan presiden direktur perusahaan atau tukang sapu perusahaan. Yang terpenting bukanlah apa yang mereka lakukan, tapi perjanjian mengikat yang mereka miliki dengan orang atau organisasi yang mempekerjakan mereka.
Dalam kelompok “S” (pekerja lepas) kita menemukan “profesional” berpendidikan tinggi yang menghabiskan waktu bertahun-tahun di bangku sekolah, seperti misalnya dokter, pengacara, dan akuntan. Juga dalam kelompok ini terdapat orang-orang yang mengambil jalur pendidikan di luar, atau di samping, aliran tradisional. Kelompok ini meliputi wiraniaga dan pemilik bisnis kecil seperti pemilik toko eceran, pemilik restoran, kontraktor, konsultan, ahli terapi, agen perjalanan, montir mobil, tukang ledeng, tukang kayu, pengkhotbah, tukang listrik, penata rambut, dan artis.
Seorang “B” nyaris merupakan lawan dari “S.” Mereka senang mengitari diri mereka dengan orang-orang pandai dari keempat kategori. Tidak seperti “S” yang tak suka mendelegasikan pekerjaan (karena menganggap tidak ada yang bisa melakukannya dengan lebih baik), seorang “B” sejati suka mendelegasikan pekerjaan.
Perbedaan utama antara “S” dan “B” adalah, seorang “S” memiliki sebuah pekerjaan sedangkan seorang “B” memiliki sebuah sistem dan kemudian menyewa orang-orang yang berkompeten untuk menjalankan sistem itu. Atau dengan cara lain bisa dikatakan, dalam banyak kasus “S” adalah sistemnya. Itu sebabnya mereka tidak bisa pergi meninggalkan bisnisnya untuk waktu yang lama.
Sebaliknya, mereka yang merupakan “B” sejati bisa meninggalkan usaha mereka selama satu tahun atau lebih, dan pada saat kembali menemukan bisnis mereka lebih menguntungkan serta berjalan lebih baik dibanding ketika mereka tinggalkan. Dalam bisnis jenis “S” murni, jika sang “S” pergi selama satu tahun atau lebih, kemungkinan besar takkan ada bisnis yang tersisa ketika mereka kembali.
Pemilik bisnis “B” bisa berlibur selamanya karena mereka memiliki sebuah sistem, bukan sebuah pekerjaan. Jika “B” sedang berlibur, uangnya masih mengalir masuk. Sangat banyak orang yang bisa membuat burger lebih enak dari McDonald’s, tapi hanya McDonald’s yang mempunyai sistem yang telah menyajikan miliaran burger. Bill Gates dari Microsoft tidak membuat produk hebat. Ia membeli produk orang lain dan membangun sistem global yang canggih di sekitarnya.
“I” (investor) membuat uang dengan uang. Mereka tak perlu bekerja karena uang mereka bekerja untuk mereka. Kuadran “I” adalah arena bermain golongan kaya. Di kuadran manapun orang menghasilkan uang, jika berharap suatu hari akan kaya, mereka pada akhirnya harus memasuki kuadran “I”. Di dalam kuadran “I” inilah uang diubah menjadi kekayaan.
Itulah CASHFLOW Quadrant, yang sebenarnya hanya memaparkan perbedaan tentang cara memproleh penghasilan, entah itu sebagai “E” (pegawai), “S” (pekerja lepas), “B” (pemilik usaha), atau “I” (penanam modal).
Perbedaan pokok keempat kuadran itu terangkum di bawah ini:
E : Anda adalah pegawai yang bekerja untuk orang lain atau perusahaan.
S : Anda memiliki pekerjaan dan Anda terikat dengan pekerjaan itu.
B : Anda memiliki sistem dan orang lain bekerja untuk Anda.
I : Uang bekerja untuk Anda.

MEMILIH KUADRAN ANDA
Sebagian besar dari kita pernah mendengar bahwa rahasia memperoleh kekayaan besar adalah:
1. OPT – Other People’s Time (Waktu Orang Lain).
2. OPM – Other People’s Money (Uang Orang Lain).
OPT dan OPM ditemukan di sisi kanan Quadrant. Kebanyakan orang yang bekerja di sisi kiri Quadrant adalah OP (Other People) yang waktu dan uangnya dipergunakan oleh mereka yang berada di sisi kanan Quadrant. Di sisi kiri, para “E” dan “S” mungkin memiliki keamanan pekerjaan. Tapi, hanya dengan menjadi “B” atau “I” di sisi kanan Quadrant-lah Anda akan meraih kemanan dan kemudian kebebasan finansial.

KEKAYAAN DAN CASH FLOW
Robert Kiyosaki mendefinisikan kekayaan sebagai: “Jumlah hari di mana Anda bisa bertahan tanpa bekerja secara fisik (atau tanpa siapa pun dalam keluarga Anda bekerja secara fisik) dan tetap mempertahankan tingkat kehidupan Anda.”
Sebagai contoh: Jika pengeluaran Anda adalah Rp. 1.000.000,- per bulan, dan jika Anda memiliki tabungan sebesar Rp. 3.000.000,- maka kekayaan Anda adalah sekitar 3 bulan atau 90 hari. Kekayaan diukur dalam satuan waktu, bukan uang.
Jadi, yang penting bukanlah terutama tentang berapa banyak uang yang Anda hasilkan, tapi lebih mengenai berapa banyak uang yang Anda simpan, seberapa keras uang itu bekerja untuk Anda, dan berapa banyak generasi yang bisa Anda hidupi dengan uang itu. Itulah yang disebut kecerdasan finansial.
Beberapa tahun lalu, sebuah artikel menuliskan bahwa sebagian besar orang kaya menerima 70% penghasilan mereka dari investasi, atau dari kuadran “I”, dan kurang dari 30%-nya dari gaji, atau dari kuadran “E”. Dan jika bekerja sebagai “E”, maka kemungkinan besar mereka adalah pegawai perusahaan mereka sendiri.
Bagi kebanyakan orang lain, yaitu golongan miskin dan kelas menengah, setidaknya 80% penghasilan mereka berasal dari gaji di kuadran “E” atau “S” dan kurang dari 20% berasal dari investasi, atau dari kuadran “I”.
Banyak orang percaya bahwa hanya dengan menghasilkan lebih banyak uang, masalah finansial mereka akan selesai. Tapi, dalam banyak kasus, hal ini malah hanya menimbulkan masalah keuangan yang lebih besar. Alasan utama orang mempunyai masalah keuangan adalah karena mereka tidak pernah mendapat pelajaran tentang pengelolaan cash flow. Tanpa latihan ini mereka akhirnya mendapat masalah keuangan, lalu mereka bekerja lebih keras dengan keyakinan bahwa lebih banyak uang akan memecahkan masalah mereka.

Download Bukunya Disini

1 komentar:

budi mengatakan...

buku ini bagus so sayang klu gk dbaca...